“Yusuf, ceritakan pada saya tentang tim impian yang tadi ada di filmmu?” maka berkisahlah saya sekilas tentang Persija yang para pendukungnya saya abadikan ke sebuah karya dokumenter. Malam itu The Jak baru saja merebut kategori Dokumenter Panjang terbaik di Thessaloniki International Film Festival 2007 dan Theofanis adalah pejabat festival yang menyebut dirinya sebagai fans berat [...]

“Sepakbola adalah refleksi sebuah bangsa!” kalimat yang saya dengar langsung dari mulut Franz Beckenbauer 6 tahun lalu itu terus membekas di kepala saya. Masih ingat di benak ini, masa-masa awal menjejakkan kaki di Eropa, sebuah benua yang saya rasa lebih maju atau setidaknya lebih beradab dari kita. Tempat dimana zebra cross benar-benar dihargai oleh pengendara [...]

termuat di BolaVaganza edisi Februari 2011

“Jika kalian gagal memenangkan kejuaraan ini, aku akan lemparkan kalian ke Coliseum untuk diadu dengan singa!” demikian kalimat penutup penuh api dari Pemimpin Besar Italia Benito Mussolini menjelang Piala Dunia 1934 di Italia. Kalimat penuh ancaman itu dilontarkan di depan anggota skuad azzurri 1934 yang diantaranya diperkuat [...]

“Jaman saya dahulu, tak ada yang namanya kerusuhan antar supporter,” ujar Judo Hadianto yang duduk tak jauh dari saya. Kiper masa lalu tim nasional Indonesia itu duduk sebagai penonton sebuah acara bincang-bincang yang menghadirkan saya, Menpora (saat itu) Adhyaksa Dault dan wartawan senior Anton Sanjoyo. Topik yang kami bahas saat itu adalah sebuah tema klasik [...]

“Kenapa timnas kita memakai logo Garuda sementara banyak tim nasional dari negara lain bahkan Brasil memajang logo federasi Sepakbolanya?” adalah pertanyaan sangat umum yang sering diungkapkan banyak orang, baik pada media, temannya atau bahkan pada saya. Jawabannya sangat sederhana “Karena Bung Karno sang Pemimpin Revolusilah yang memintanya!” tepatnya saat tim Indonesia yang saat itu belum [...]

keep looking »