Peradaban Indonesia

8 Jul 2013

ccbe8a12bd58e808c9ad0a0270a20fdb__58254709_al-ahly_apSupporter Sepakbola di Turki juga sering berantem kok, demikian komentar yang muncul berulang kali baik di media-media sosial atau saya dengar langsung. Kekerasan masih sering terjadi kok antar supporter di banyak negara Sepakbola, kalimat macam ini juga tak kalah sering saya dengar baik beruntun maupun tidak dengan komentar sebelumnya.

Saya jelas tidak merespon dengan kata-kata Lalu jika mereka bunuh diri bersama, kita akan melakukan hal yang sama? karena analogi ini bagi saya sama sekali tidak tepat. Apa yang dilakukan oleh para pencinta Sepakbola di banyak negara sama sekali tak bisa disamakan dengan kita, atau lebih tepat lagi sama sekali tak layak kita jadikan pembenaran untuk melakukan hal yang sama.

Bukan karena mereka pernah ke Piala Dunia dan kita masih ada di level limbo (yang terendah dari sebuah mimpi) atau karena kita ini bangsa berbudaya timur. Tapi tentu karena Sepakbola adalah refleksi sebuah bangsa dan itulah yang terjadi kini. Kekerasan yang terjadi saat bus Persib Bandung melintas menuju Stadion Bung Karno adalah refleksi apa yang terjadi di negeri ini. Kekerasan adalah bahasa yang biasa dan hukum adalah bahasa yang hanya tertulis diatas kertas.

a94d1fa23df57a7337e5f477da9e490b__65528179_65528178Sepakbola tidak diurus oleh para penggemar, permainan ini sama seperti semua permainan olahraga lainnya adalah sesuatu yang diurus oleh para elit. Membina Sepakbola, tinju, tenis, karate, hoki, basket, voli atau bahkan bola tangan adalah hal yang membutuhkan usaha yang sama kerasnya. Perlu keseriusan dan pembinaan berjenjang disertai kesadaran bahwa sukses tak akan bisa diraih dalam satu atau dua malam saja.

Investasi waktu dan ketekunan menjadi dua modal penting yang praktis tidak dimiliki oleh bangsa kita. Entah akibat terlalu sering membaca legenda Roro Jonggrang dan kisah Sangkuriang, atau mungkin bagi bangsa besar ini yang namanya proses hanyalah dongeng menjelang tidur dan sukses adalah doktrin yang harus terlaksana saat itu juga.

lanjutan di http://www.dw.de/sepak-bola-dan-peradaban-kita/a-16921382


TAGS sepakbola david beckham


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post