Muncul Di Tabloid BOLA Edisi Jum’at 21 Mei 2010

“Lihat….bola ini bundar, jika saya lempar kearah Anda maka ia akan memantul sesukanya!” ucapan ini keluar dari mulut seorang pelatih tim nasional Indonesia yang saat itu baru saja ditaklukkan oleh lawan yang menurut kalkulasi seharusnya mudah ditaklukkan. Saat itu pula, lelaki yang kini melatih sebuah tim elit Liga Indonesia itu melemparkan bola di hadapannya kearah para wartawan yang terus memburunya dengan pertanyaan “Kenapa tim kita bisa kalah dari mereka?”

“Bola Itu Bundar” adalah ungkapan klasik yang sering diucapkan untuk menggambarkan misteri pada permainan Sepakbola. Sebuah tim yang diunggulkan bisa kalah dari tim yang seharusnya berlevel di bawah hanya karena bentuk si kulit padat itu berbentuk bundar. Sifat bola yang lentur dan bisa memantul ke segala arah semakin mempopulerkan ungkapan tersebut di jagad Sepakbola.

“Sepakbola adalah permainan untuk dimenangkan,” ujar Jose Mourinho saat pertama kali mendarat di Inggris bertahun silam. Filosofinya jelas, memenangkan pertandingan adalah kewajiban. Sembari terus menyebut dirinya sebagai The Special One, Jose mempraktekkan Sepakbola pragmatis yang luar biasa. Ia selalu terlihat siap saat timnya akan berhadapan dengan siapapun, para asistennya selalu siap menyodorkan analitis, gambaran virtual, grafis, visual sekaligus data terkini lawan yang akan dihadapi secara akurat dengan berbagai aplikasi teknologi modern.

Di depan para pemainnya, Jose memaparkan bagaimana lawan bergerak sekaligus menjelaskan antisipasi yang dibutuhkan untuk meredamnya. Ia selalu siap dengan berbagai materi presentasi untuk menjelaskan visinya. Dengan bekal pemahaman yang baik serta dukungan teknologi terkini, jadilah Jose dan armadanya meredam gerakan trio Seydou Keita, Pedro Busquets dan Xavi Hernandez di lini sentral Barcelona, sekaligus memutus pasokan bola pada Lionel Messi yang ia pahami selalu memulai geliatnya tak jauh dari kotak penalti. Inilah cara yang membunuh Barcelona di leg 1 semifinal lalu.

Di kandang lawan, Jose kembali mengacak cara bermain timnya namun tetap pada satu konsentrasi…merapatkan jarak antar pemain! Dengan jeli ia memerintahkan pasukannya untuk memberi jarak maksimal 1,5 langkah diantara mereka agar gerakan atraktif Los Azulgranas bisa diredam.

“Setiap kesuksesan memiliki rumus-rumusnya sendiri, itulah kunci kesuksesan saya,” tegas Jose di sebuah ceramah manajerial di Universitas Nasional Tel Aviv jurusan Manajemen Usaha beberapa tahun silam. Terdengar pongah, tapi jika melihat bagaimana ia membentuk timnya sampai cara dirinya membentuk citra pribadinya pada media, rasanya saya tidak punya argumen cukup untuk membantahnya.

Memahami Sepakbola bagi pria kelahiran Setubal ini adalah interpretasi secara dalam terhadap makna permainan. Sebagai bukan mantan pemain yang benar-benar turun ke lapangan di masa mudanya, paradigma Sepakbola bagi Jose adalah pemahaman pada segala unsur manajerial. Ia memahami psikologi dengan baik, mengerti ilmu manajemen yang diaplikasikan pada timnya, sangat melek teknologi yang membantu para pemainnya bisa dengan cepat memahami apa yang ia inginkan dan yang terpenting….ia juga sangat disiplin.

“Kami terkejut saat selalu menemukan dirinya datang 30 menit lebih cepat dari jam latihan,” ujar Marco Materazzi di hari-hari awal kepemimpinan Jose di Inter Milan.  Lidahnya pun lincah serta pandai mengatur apa yang ia mau. Citra dirinya dibentuk sedemikian rupa untuk terus berlawanan dengan siapapun. Ia memilih untuk memiliki “lawan” ketimbang kawan pada saat kompetisi berjalan “Karena dari sikap kompetitif dan permusuhan akan lahir keinginan untuk terus memenangkan pertandingan,” jelasnya. Maka jadilah ia sosok yang terus “berperang” entah itu melawan sesama manajer, media atau bahkan publik.

Di lapangan, sikap Jose diterjemahkan menjadi cara bermain yang pragmatis, keras dan disiplin. Tim yang ia pimpin selalu mengadaptasi cara bermain lawan, mereka bisa menjadi sangat agresif, ketat dan menekan atau menjadi sangat defensif “Pemain yang bijak adalah pemain yang bisa melakukan keputusan cepat…kapan harus menahan bola, kapan harus mengopernya, kapan harus menggiringnya atau bahkan kapan harus melepaskan tendangan,” jelasnya “Pemain yang baik adalah seorang pengambil keputusan yang baik, karena kadang keputusan-keputusan dalam permainan jauh lebih rumit daripada hidup,” tegasnya

22 Mei nanti di Stadion Bernabeu, The Special One akan menghadapi mantan sekutunya, Louis Van Gaal. Lelaki yang pernah menghasilkan cukup banyak gelar bersama berbagai klub di Eropa. Penganut falsafah Sepakbola cepat, bertenaga dan atraktif. Louis tentu memiliki pemahamannya sendiri tentang bagaimana meredam aksi-aksi pragmatis Inter Milan pimpinan mantan asisten sekaligus penerjemahnya. Dua sisi sayap yang biasa bergerak cepat dibarengi tusukan lini kedua lewat Thomas Mueller serta kelicinan Ivica Olic akan beradu bersama kedisiplinan, ketepatan serta kerapatan yang saya percaya akan kembali ditampilkan oleh La Beneamata di malam hari di bawah langit Madrid nanti.

Siapapun yang menang, saya percaya bahwa bukan bentuk bulat bola yang menentukan, tapi kecerdasan, ketegasan, kedisiplinan serta pemahaman pada taktik yang akan menentukan siapa pemegang gelar supremasi tertinggi antar klub di Eropa 2010.

Andibachtiar Yusuf

Filmmaker and Football Reverend


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?

Comments



6 Comments so far

  1.    Bola Itu Tidak Lagi Bundar | infosuporter on Mei 24, 2010 02:27

    [...] Andibachtiar Yusuf [...]

  2.    Tweets that mention andibachtiar.com » Blog Archive » Bola Itu Tidak Lagi Bundar -- Topsy.com on Mei 24, 2010 02:47

    [...] This post was mentioned on Twitter by andibachtiar yusuf, Ritno Sastrianto. Ritno Sastrianto said: Tulisan om @andibachtiar yang dimuat di bola edisi jum'at kemarin.. –> http://www.andibachtiar.com/?p=514 [...]

  3.    Filosofi Sepakbola ala Mourinho « Ini Blog Ritno on Mei 25, 2010 02:09

    [...] memberikan warna tersendiri bagi keindahan sepakbola. referensi tulisan ini didapat dari sini dan sini Categories: Article, Celoteh, Football, Opinon Comments (0) Trackbacks (0) Leave a [...]

  4.    wahyudw on Juni 11, 2010 00:45

    tulisan yg menarik. emang si mou keren abis taktiknya. kamppffffreett..

  5.    ABe on Juli 1, 2010 22:24

    Mantap bos, artikel2nya!

    salam kenal, bung ucup :-)

  6.    santi on Nopember 2, 2010 10:26

    nice post…
    kunjungi ini ya..
    klik ini
    thanks

Name (wajib)

Email (wajib)

Situs web

Speak your mind